Friday, November 25, 2016
BAB 2 PERMINTAAN TERHADAP JASA AUDIT DAN JASA ASSURANCE LAINNYA
BAB 2 PERMINTAAN TERHADAP JASA AUDIT DAN JASA ASSURANCE LAINNYA
1. SIFAT AUDIT
Peran auditor dalam masyarakat, dan bagaimana tanggung jawab auditor makin meningkat hingga mencakup pelaporan mengenai efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan perusahaan terbuka.
Auditing adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan criteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen.
Untuk melakukan audit harus ada informasi yang dapat di verifikasi dan beberapa standar (criteria) yang dapat dopakai auditor untuk mengevaluasi informasi itu. Informasi ini bisa dan memiliki beberapa bentuk. Auditor biasanya menggunakan informasi yang terukur termasuk laporan keuangan perusahaan dan PPh seseorang.
Untuk melakukan audit harus ada informasi yang dapat di verifikasi dan beberapa standar (criteria) yang dapat dopakai auditor untuk mengevaluasi informasi itu. Informasi ini bisa dan memiliki beberapa bentuk. Auditor biasanya menggunakan informasi yang terukur termasuk laporan keuangan perusahaan dan PPh seseorang.
· Informasi dan kinerja yang telah ditetapkan
Untuk melakukan audit, harus tersedia informasi dalam bentuk yang dapat diverifikasi dan beberapa standar (kriteria) yang dapat digunakan auditor untuk mengevaluasi informasi tersebut, yang dapat dan memang memiliki banyak bentuk.auditor juga mengaudit informasi yang lebih subjektif, seperti efektivitas sistem komputer dan efisiensi operasi manufaktur.
Untuk kriteria yang lebih subjektif, kriterianya lebih sulit ditetapkan. Biasanya auditor dan entitas yang diaudit telah menyepakati kriteria yang akan digunakan sebelum audit dimulai. Sebagai contoh, dalam audit atas efektivitas aspek-aspek khusus dalam operasi komputer, kriterianya mungkin mencakup tingkat kesalahan input atau output yang masih bias ditolerir.
Kriteria untuk mengevaluasi informasi juga bervariasi, tergantung pada informasi yang sedang diaudit. Dalam audit ataslaporan keuangan historis oleh kantor akuntan publik (KAP), kriteria yang berlaku biasanya adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
· Mengumpulkan dan mengevaluasi bukti
Bukti (evidence) adalah setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit dinyatakan sesuai dangan kriteria yang telah ditetapkan.
Bukti memiliki banyak bentuk yang berbeda, termasuk:
1. Kesaksian lisan pihak yang diaudit (klien)
2. Komunikasi terulis dengan pihak luar
3. Observasi oleh auditor
4. Data elektronik dan data lain tentang transaksi
Untuk memenuhi tujuan audit,auditor harus memperoleh bukti dengan kualitas dan jumlah yang mencukupi. Auditor harus menentukan jenis dan jumlah bukti yang diperlukan serta mengevaluasi apakah informasi itu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
· Kompeten dan independen
Auditor harus memiliki kualifikasi untuk memahami kriteria yang digunakan dan harus kompeten untuk mengetahui jenis serta jumlah bukti yang akan dikumpulkan guna mencapai kesimpulan yang tepat setelah memeriksa bukti tersebut. Auditor juga harus memiliki sikap mental yang independen.
Auditor independen adalah auditor yang mengeluarkan laporan mengenai laporan keuangan perusahaan. Walaupun auditor ini menerika fee dari perusahaan,mereka biasanya cukup independen dalam melekukan audit yang dapat diandalkan oleh para pemakai. Bahkan auditor internal yang bekerja pada perusahaan yang mereka audit biasanya langsung melapor ke manajemen puncak dan dewan komisaris, sehingga para auditor ini tetap independen dari unit operasi yang mereka audit.
· Pelaporan
Tahap terakhir dalam proses audit adalah menyiapkan laporan audit(audit report), yang menyampaikan temuan-temuan auditor kepada pemakai.laporan seperti ini memiiki sifat yang berbeda-beda, tetapi semuanya harus memberikan kepada para pembaca tentang derajat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan.setelah menyelesaikan audit, auditor tersebut mengeluarkan laporan kepada wajib pajak yang berisi perhitungan wajib pajak tambahan, pemberitahuan bahwa terdapat restitusi, atau menyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam situs pajak.
2. PERBEDAAN ANTARA AUDIT DAN AKUNTANSI
Audit adalah pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian dan penjumlahan dari kejadian ekonomi yang logis yang memiliki tujuan untuk menyediakan informasi keuangan yang diperlukan dalam pengamilan keputusan.
Ketika mengaudit data akuntansi, auditor berfokus untuk memeriksa apakah informasi yang tercatat mencerminkan dengan benar peristiwa ekonomi yang terjadi sepanjang periode akuntansi. Karena GAAP menjadi dasar dalam kritera mengevaluasi informasi akuntansi, maka auditor harus memahami GAAP. Auditor juga harus memiliki keahlian dalam mengumpulkan dan menginterprestasikan bukti audit.